Tari
Jaipong
Kemunculan
tari jaipongan 1980 an yang lahir dari kekreatifitasan para seniman Bandung
yang dikenal dengan Gugum Gumbira , pada awalnya tarian tersebut pengembangan
dari ketuk tilu apabila dilihat dari perkembangannya dan dasar koreografernya.
Kata jaipong bersal dari masyarakat Karawang yang bersal dari bunyi
kendang sebagai iringan tari rakyat yang menurut mereka berbunyi jaipong yang
secara onomotofe . tepak kendang tersebut sebagai iringan tari pergaulan dalam
kesenian banjidoran yang berasal dari Subang dan Karawang yang akhirnya menjadi
populer dengan istilah jaipongan.
Sebelum Jaipongan ini muncul,
terdapat beberapa pengaruh yang melatarbelakangi bentuk tari pergaulan.
Contohnya, tari pergaulan adalah pengaruh dari Ball Room yang biasanya dalam
pertunjukan. tari-tari ini identik dengan ronggeng dan pamogoran. Dalam tari
pergaulan, ronggeng tidak lagi digunakan untuk kegiatan upacara adat jawa
timur. tetapi berfungsi sebagai hiburan dan acara pergaulan. Ronggeng dalam seni pertunjukan dianggap mempunyai
daya tarik sehingga mengundang simpati kaum pamogoran, seperti pada
tari Ketuk Tilu.
Daya tarik tarian tersebut bagi kaum muda selain gerak dari tari yang dinamis dan tabuhan kendang membawa mereka untuk menggerakan tubuhnya untuk menari sehingga tari jaipongan sebagai salah satu identitas kesenian Jawa Barat yang oadasetiap tampil pada acara- acara khusus dan besar samapai kenegaraan. Pengaruh tarian jaipongan merambah sampai Jawa Tengan dan Timur , Bali bahkan Sumatra yang dikembangkan para seniman luar Jawa Barat.
Tarian ini sangat populer di kalangan masyarakat tepatnya pada 1916. Tari Ketuk Tilu adalah
seni pertunjukan yang hanya didukung oleh alat-alat sederhana,
seperti waditra yang mencakup rebab, kendang, dua buah
kulanter, tiga buah ketuk, dan gong.
Selain itu, gerak tariannya tidak
mempunyai pola gerak yang baku dan kostum penarinya juga sederhana (mencerminkan
kerakyatan). Bersamaan dengan pudarnya tari Ketuk Tilu, mantan pamogoran
(penonton yang berperan aktif dalam
beralih perhatiannya kepada seni pertunjukan Kliningan. Di daerah Pantai
Utara Jawa Barat (Karawang, bekasi, Purwakarta, Indramayu, dan Subang) lebih
dikenal dengan nama Kliningan Bajidoran yang peristiwa pertunjukan dan pola
tariannya hampir sama
dengan kesenian sebelumnya, yaitu Ketuk Tilu. Di Karawang, beberapa pola gerak
pertunjukan bajidoran diambil dari tari Topeng Banjet yang cukup digemari di
daerah itu. Tarian ini juga masih memperlihatkan pola-pola tradisi (Ketuk Tilu)
jika dilihat dari unsur koreografis. Gerakannya masih mengandung unsur bukaan,
pencungan, nibakeun, dan lain-lain. Gerakan-gerakan inilah yang pada akhirnya
menjadi cikal bakal penciptaan tari Jaipongan.
Tari
Jaipongan yang diciptakan oleh Gugum Gumbira ini awalnya diberi etuk Tilu
karena tari ini adalah hasil pengembangan dari Ketuk Tilu. Karya pertamanya ini
masih begitu kental dengan warna ibing Ketuk Tilu (segi koreografi dan
iringannya). Kemudian, tari ini menjadi terkenal dengan sebutan Jaipongan
Karya jaipongan pertama yang diciptakan oleh Gugum
Gumbira adalah tari daun pulus keser bojong dan tari Raden Bojong yang
berpasangan putra- putri. Ia terinspirasi pada kesenian rakyat yang salah
satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul
perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan atau
Bajidoran atau Ketuk Tilu.Tarian
tersebut sangat digemari dan populer di seluruh Jawa Barat termasuk Kabupaten
Bandung karya lain yang diciptakan oleh Gugum diantaranya toka-toka, setra
sari, sonteng, pencug, kuntul mangut, iring-iring daun puring , rawayan, kaum
anten dll. juga para penari yang populer diantaranya seperti Iceu Efendi,
Yumiati Mandiri, Mimin Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Diar, Asep
Safat. Daya tarik tarian tersebut bagi kaum muda selain gerak dari tari yang dinamis dan tabuhan kendang membawa mereka untuk menggerakan tubuhnya untuk menari sehingga tari jaipongan sebagai salah satu identitas kesenian Jawa Barat yang oadasetiap tampil pada acara- acara khusus dan besar samapai kenegaraan. Pengaruh tarian jaipongan merambah sampai Jawa Tengan dan Timur , Bali bahkan Sumatra yang dikembangkan para seniman luar Jawa Barat.







0 komentar:
Posting Komentar